3 Upacara Adat khas Lombok yang Hingga Kini Masih Dijalankan

Kebudayaan suatu daerah merupakan nilai plus tersendiri untuk bisa menarik minat para wisatawan. Hebatnya, hampir semua daerah di negri kita tercinta ini, mempunyai beraneka ragam kebudayaan, yang antara daerah satu dengan lainnya, berbeda-beda. Setiap daerahnya mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri, yang sangat menarik untuk dilihat.

Tanpa terkecuali kebudayaan khas kota Lombok, khususnya untuk seni upacara khas daerah tersebut. Nah untuk anda yang tertarik mengetahui lebih lanjut, tentang apa saja upacara adat yang ada di Lombok, berikut ulasan lengkapnya.

Deretan Upacara Adat di Lombok

1. Upacara Merariq

Upacara Adat Merariq

Upacara Adat Merariq

Pulau Lombok yang selain terkenal akan wisata alam dan kulinernya, ternyata mempunyai aset kebudayaan yang sangatlah berharga yang dimana sampai saat ini masih terjaga dengan baik. Aset berharga tersebut ada dalam bentuk upacara adat, yang mana salah satu upacara adat tersebut ialah Upacara Merariq.

Dalam bahasa Suku Sasak (suku asli Pulau Lombok), Upacara Merariq adalah nama lain dari upacara pernikahan. Upacara pernikahan ala Lombok ini mempunyai keunikan tersendiri. Unik karena sebelum upacara Merariq dilangsungkan, sang mempelai wanita harus “diculik” terlebih dahulu oleh mempelai laki laki. Tentu saja proses ini sudah dengan persetujuan dari keluarga kedua belah pihak.

Meskipun sang mempelai wanita harus “diculik” terlebih dahulu oleh pihak laki laki, namun bukan berarti pihak laki laki bisa bebas semaunya. Semua masih dalam pengawasan adat dan norma yang berlaku. Setelah proses tersebut dilaksanakan, esok harinya dilakukan proses ijab kabul yang menandakan syah nya sebuah pernikahan.

2. Upacara Adat Nyongkolan

Upacara Adat Nyongkolan

Upacara Adat Nyongkolan

Upacara Adat Nyongkolan sendiri masih merupakan bagian dari rangkaian upacara pernikahan adat Lombok. Nyongkolan sendiri merupakan upacara mengarak pengantin pria menuju rumah sang mempelai wanita. Dalam prosesinya, acara mengiring pengantin pria ini di ikuti oleh keluarga besar serta kerabat sang mempelai pria. Selain itu juga terdapat iring-iringan musik yang meramaikan Upacara Adat Nyongkolan ini.

Hal lain yang menjadi ciri khas dari Upacara Nyongkolan adalah dimana sebagian kerabat dan keluarga besar dari mempelai laki laki membawa beberapa benda seperti sayuran, hasil kebun, buah buahan dan lain sebagainya. Benda benda yang mereka bawa tersebut nantinnya akan dibagikan kepada kerabat dan tetangga dari mempelai perempuan.

Upacara Adat Nyongkolan ini dilakukan bukan tanpa alasan yang jelas. Tujuan dari prosesi ini adalah untuk memperkenalkan sang mempelai laki laki kepada warga sekitar, terutama kepada kerabat dan tetangga dari sang mempelai perempuan. Sampai sekarang Upacara Nyongkolan masih berlangsung dan bahkan ketika acara ini dilangsungkan bisa menimbulkan kemacetan mendadak.

3. Upacara Bau Nyale

Upacara Adat Bau Nyale

Upacara Adat Bau Nyale

Untuk upacara adat yang satu ini tidak ada hubunganya dengan dua acara adat sebelumnya. Upacara Bau Nyale sendiri merupakan upacara adat yang dilakukan di pantai. Berasal dari dua kata bahasa Sasak, yaitu Bau yang berarti menangkap dan Nyale yang merupakan nama dari jenis cacing laut di Lombok.

Anda bisa mengikuti acara Bau Nyale pada bulan Februari dan Maret. Pada acara ini para warga akan beramai ramai turun ke pantai untuk menangkap Nyale saat terjadi pasang surut air laut, tetapi apabila ingin mengikuti acara ini, anda harus sudah bersiap siap sebelum pukul empat pagi karena acara Upacara Bau Nyale ini sendiri dilaksanan pada pukul empat sampai lima pagi. Hasil tangkapan dalam upacara adat ini akan dimasak dan dimakan bersama sama ataupun untuk dijual.

Upacara Merariq, nyongkolan dan Bau Nyale adalah sebagian dari upacara adat yang ada di Lombok. Tentunya acara acara adat tersebut haruslah tetap terjaga nilai nilai luhurnya, dan wajib dilestarikan hingga sekarang.