Ragam Kekayaan Budaya Dayak Yang Bikin Kamu Makin Cinta Indonesia

Kebudayaan Suku Dayak – Suku dayak merupakan salah satu suku di negeri ini yang tersebar luas di Pulau Kalimantan. Dan sama seperti suku lainnya, suku Dayak tentunya punya banyak sekali budaya dan adat istiadat warisan nenek moyang yang hingga kini tetap di jaga kelestariannya. Nah, berbicara mengenai suku Dayak, sebaiknya ketahui berbagai hal berikut ini.

1. Sub-suku

suku dayak

Suku dayak merupakan suku yang cukup unik. Suku ini dibagi menjadi 6 rumpun besar yaitu Ot Danum-Ngaju, Apokayan (Kenyah-Kayan-Bahau), Klemantan , Iban, Punan, dan Murut. Selain dibagi dalam rumpun suku ini juga memiliki sub-sub kecil yang jumlahnya dapat mencapai hingga kurang lebih 405 sub-suku. Dalam setiap sub-suku memiliki beberapa budaya yang berbeda dengan sub-suku lain. Walaupun berbeda mereka tetap memiliki kesamaan.

2. Bahasa

Bahasa merupakan salah satu identitas diri suatu bangsa atau suatu suku. Sama halnya dengan Suku lainnya, Suku Dayak juga memiliki bahasa sendiri. Dan karena suku dayak memiliki banyak sub-suku maka tidak bisa di pungkiri bila mereka memiliki dialek bahasa sendiri-sendiri. Bahasa-bahasa tersebut dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu Dayak barat, Borneo Utara, Baroto raya, Melayik, dan Dayak Banuaka. Namun begitu, walau mereka mempunyai bahasa sendiri, mereka juga fasih berbicara dengan Bahasa Indonesia.

3. Adat Istiadat Budaya Naik-dango

budaya naik dango

Jika di jawa kita sering mendengar adat methil di dayak juga ada tradisi menarik yang hingga kini tetap lestari, yaitu tradisi Naik Dango. Tradisi ini  adalah salah satu tradisi wajib Suku Dayak untuk mensyukuri nikmat atas berkah Tuhan. Budaya ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Suku Dayak yang mendiami daerah Kalimantan Barat yaitu sub-suku Kanayatn. Selain wujud syukur upacara adat ini juga merupakan upacara doa, agar padi yang mereka petik tidak cepat habis. Dan dengan dilakukannya upacara ini, juga pertanda bahwa tahun berladang telah resmi ditutup. Biasanya upacara ini juga dimanfaatkan oleh penduduk Kanayatn untuk ajang silaturahmi.

4. Rumah adat Betang

rumah suku dayak

Seperti yang kita tahu, setiap suku yang ada di negeri ini pasti mempunyai rumah adat sendiri, dengan bentuk yang tentunya berbeda-beda antara suku satu dengan suku lainnya. Begitupun dengan masyarakat Dayak. Terdapat rumah adat Betang yang banyak dijumpai di daerah pinggir sungai. Rumah adat ini merupakan pusat dari seluruh kehidupan suku dayak yang lebih banyak berpusat di daerah hulu sungai. Rumah betang di sebut juga dengan rumah panjang. Rumah betang ini bahkan ada yang panjangnya mencapai hingga 150 meter dan untuk lebarnya mencapai hingga 30 meter. Bentuk umum rumah ini biasanya berbentuk panggung yang tingginya dari tanah bervariasi dari tiga meter sampai lima meter. Tujuan utama pembangunan rumah panggung ini adalah untuk menghinddari banjir. Biasanya pada musim penghujan air sungai akan meluap sehingga menyebabkan banjir. Biasanya besarnya rumah betang tergantung pada besarnya anggota yang ada. Setiap rumah betang biasanya disekat sesuai dengan jumalh anggota keluarga yang meninggali rumah tersebut. Sebenarnya budaya rumah betang ini memiliki makna yang mendalam mengenai sebuah kebersamaan dalam menjalani kehidupan Suku Dayak. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari setiap anggota diatur aktivitasnya melalui kesepakatan bersama sesuai dengan aturan adat yang berlaku. Dalam lingkungan ini mereka sangat menjaga sekali keamanan. Selain itu mereka suka berbagi makanan dan suka bergotong royong dalam mengerjagan tugas diladang. Rumah batang ini memiliki filosofi kehidupan yang mendalam bahwa kita sebagai sesame manusia walaupun memiliki perbedaan kita harus tetap menanamkan nilai kebersamaan, dan saling membantu.

Nah itu tadi diatas macam-macam budaya dayak yang pastinya membuat kita makin bangga cinta Indonesia.