Congklak, Permainan Tradisional yang Memiliki Nilai Filosofi Tinggi

Congklak Permainan Tradisional – Permainan tradisional semakin lama bukan semakin jaya, namun semakin pupus dimakan kemajuan zaman. Dan dari sekian banyak permainan tradisional yang sudah menjadi bagian budaya, namun kini mulai hilang dan akan segera menuju kepunahan salah satunya ialah permainan congklak.

Permainan Congklak

Permainan Congklak

Congklak merupakan sebuah permainan tradisional pada sebuah papan balok panjang yang memiliki bentuk yang unik serta terdapat lubang di atasnya yang berjumlah 14 lubang dan juga memiliki 2 lubang besar yang terdapat di sebelah pojok kanan dan juga pojok kiri.

Permainan Congklak yang juga populer dengan istilah permainan dhakon ini sangat digemari pada zaman dahulu. Awal mulanya dulu, permainan Congklak berasal dari para pendatang Arab yang memiliki tujuan rata-rata untuk usaha/berdagang dan sekalian berdakwah.

Bagaimana Memainkan Permainan Congklak?

Permainan congklak hanya dilakukan oleh dua orang saja. Dua orang ini akan saling berhadap-hadapan saat memainkan Congklak. Cara bermain Congkalk ini cukup mudah yaitu dengan mengisi setiap lubang dengan tujuh biji yang mana biji ini telah disiapkan sebelumnya saat permainan akan dimulai.

Sebelum dimulai, para pemain Congkak akan melalukan suit terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang akan mengawali permainan. Setelah itu pemain yang menang suit akan memulai permainan Congklak dengan memasukkan 7 biji di setiap lubang Congklak sampai biji yang diletakkannya habis. Penempatan biji pada lubang Congklak dilakukan searah dengan putaran jarum jam.

Jika penempatan biji Congklak pemain pertama habis pada lubang yang masih berisi biji yang telah diletakkan dalam setiap lubang tadi, maka pemain tersebut masih dapat mengambil biji tersebut dan melanjutkan permainannya. Jika biji habis dalam lubang besar milik pemain pertama, maka pemain pertama dapat tetap melanjtkan permainan dengan meletakkan biji congklak di lubang kecil lain yang terletak di sisinya.

Jika biji pemain pertama habis lubang kecil di sisinya, maka pemain tersebut harus berhenti dan mengambil seluruh biji yang berada di hadapannya. Berbeda jika biji yang diletakkaannya habis di lubang kosong milik lawan, maka dengan berat hati pemain pertama dikatakan tidak mendapatkan apa-apa dan berhenti bermain. Cara bermain bagi pemain kedua sama dengan pemain pertama.

Permainan Congklak dianggap selesai dan tamat apabila tidak ada lagi biji yang dapat diambil dari lobang besar milik kedua belah pihak. Artinya keduanya sudah tidak lagi mengambil biji dari lubang besar karena bijinya sudah habis. Cara menentukan pemenang dalam permainan ini adalah dengan menghitung biji milik masing-masing. Dan barang siapa yang memiliki biji terbanyak itulah yang menjadi pemenang.

Filosofi Permainan Congklak

Permainan Congklak bukan hanya sekedar permainan, tapi memiliki nilai filosofi yang tentunya mengandung nilai kebudayaan Nusantara. Biji Congklak yang dikumpulkan dari beberapa lubang kecil ke lubang yang besar, menyimbolkan padi yang dipanen dan kemudian disimpan dalam lumbung. Sedangkan untuk lubang yang berjumlah 7 menggambarkan hari yang jumlahnya 7 di mana setiap orang memiliki waktu yang sama dalam satu minggu yaitu 7 hari.

Pemenang permainan Congklak adalah yang memiliki biji paling banyak. Hal ini menyimbolkan tentang orang yang sukses adalah orang yang banyak amal kebaikannya. Orang sukses adalah orang banyak menabung kebaikan dan tahu bagaimana cara mengumpulkan rezeki dengan baik.

Sebenarnya masih banyak lagi makna filosofis dari permainan ini. Maka dari itu hendaknya sebagai warga Indonesia, kita selalu menjaga kelestarian permainan tradisional semacam ini, sebagai bagian dari kekayaan  budaya Nusantara.

Baca Juga:

nilai budaya dalam permainan congklak, nilai budaya permainan congklak